Diposkan pada Materi, Mikrobiologi

Burkholderia mallei : Penyebab Penyakit Glanders

Kelompok Pseudomonas adalah batang gram-negatif, motil, aerob; beberapa diantaranya menghasilkan pigmen yang larut dalam air. Pseudomonas banyak terdapat di tanah, air, tumbuhan, dan hewan. Klasifikasi pseudomonas didasarkan pada homologi rRNA/DNA dan karakteristik kultur.

Gambar koloni Burkholderia mallei

Burkholderia mallei menyebabkan penyakit Glanders atau malleus. Penyakit ini merupakan penyakit yang sangat infeksius dan kontagius pada kuda. Glanders adalah penyakit infeksi kronis yang dapat menyerang utamanya pada hewan berkuku satu. Glanders sangat menular pada kuda dan keledai serta dapat ditransmisikan ke hewan lain dan manusia. Penyakit ini ditandai dengan ciri yang spesifik yaitu adanya formasi nodule fibrokaseous pada alat pernafasan bagian depan, paru-paru dan kulit.

B. mallei sebelumnya sempat memiliki banyak nama seperti: Actinobacillus mallei, Pseudomona mallei dan Malleomyces mallei. Sebagian besar organisme dalam keluarga Burkholderiaceae hidup di tanah, namun, B. mallei tidak, karena B. mallei adalah patogen obligat mamalia dan akan menginfeksi dari satu host ke host yang lain.

Adapun klasifikasi dari Burkholderia mallei adalah sebagai berikut :

  • Kingdom : Bacteria
  • Phylum : Proteobacteria
  • Class : Betaproteobacteria
  • Order ; Burkholderialesa
  • Family : Burkholderiaceae
  • Genus : Burkholderia
  • Spesies : Burkholderia mallei
    Sumber : Integrated Taxonomic Information System (www.itis.gov)

Glanders dijelaskan oleh Hippocrates dan telah lama diakui sangat beresiko  bagi orang-orang yang bekerja dalam menangani kuda, dokter hewan, tukang jagal kuda, dan pekerja laboratorium. Bersama dengan anthrax, glanders terlibat dalam penggunaan senjata biologis ketika agen Jerman menargetkan kuda Amerika Serikat, Rumania, Spanyol, Norwegia, dan Argentina antara tahun 1915 dan 1918 (Currie J. B 2004).

MORFOLOGI DAN SIFAT PERTUMBUHAN

Burkholderia mallei adalah bakteri yang tergolong bakteri Gram negatif, berbentuk basil yang bersifat non motil, tidak berspora dan aerob. B. mallei dapat di kultur pada nutrient agar dari darah, eksudat, dan nanah pada abses. Ketika tumbuh dalam media kultur, B. mallei tumbuh dengan koloni halus, abu-abu transparn. Dalam jangka waktu 18 jam pada suhu 37° C, koloni B. mallei dapat tumbuh sekitar 0.5-1 mm. Pertumbuhan B. mallei pada MacConkey agar adalah bervariasi. Banyak ahli mikrobiologi tidak terbiasa dengan B. mallei dan sebagai hasilnya sudah sering salah diidentifikasi sebagai spesies Pseudomonas atau sebagai kontaminan dalam suatu media kultur.

Gambar 1. Koloni B. mallei pada medium blood agar dan hasil pewarnaan Gram

EPIDEMIOLOGI

Penyakit glanders kebanyakan ditemukan di Asia, Eropa Timur, dan Afrika Utara. Penyakit ini sesungguhnya sudah dieradikasi di USA, Canada dan Eropa, tetapi penyakit ini masih ada di Asia dan Amerika Selatan. Tidak tertutup kemungkinan penyakit ini menjadi re-emeerging infectious disease di negara-negara yang sudah bebas glanders, sehingga diagnostik cepat berbasis molekuler digunakan untuk membedakan infeksi B.mallei dengan B pseudomallei penyebab penyakit pseudoglanders.

Penyakit ini sangat kontagius pada kuda dan perjalanan penyakitnya cenderung menjadi kronis, sedangkan pada keledai penyakit ini bersifat akut dan mematikan. Penyakit ini dapat ditularkan ke karnivora yang mengkonsumsi daging kuda terinfeksi. Glanders bersifat zoonosis dan infeksi B. mallei pada manusia mengakibatkan infeksi dan selalu fatal jika tidak mendapat penanganan yang tepat. Secara alami meskipun jarang terjadi bangsa sapi domba, babi dan anjing dapat pula tertular.

Bakteri B. mallei ada dalam eksudat hidung dan ulserasi kulit dari hewan yang terinfeksi, dan penyakit ini sering terjadi karena kontak atau menelan makanan atau air yang terkontaminasi oleh cairan hidung hewan sakit. B. mallei rentan terhadap panas, cahaya, dan desinfektan, dan dapat bertahan hidup di daerah tercemar selama lebih dari 1 tahun. Keadaan lembab, dan kondisi basah mendukung kelangsungan hidup B. mallei. Kapsul polisakarida yang dimilikinya merupakan faktor virulensi yang penting dan dapat meningkatkan kelangsungan hidup di lingkungan.

PATOGENESIS DAN CARA PENULARAN

Pada keledai dan bagal penyakit biasanya berlangsung secara akut, dan berbentuk bronkopneumonia berat. Kuda yang tertular merupakan hewan reservoir penyakit, dengan pola penularan melalui kontak langsung dan tidak langsung. Penularan melalui kontak tidak langsung dapat terjadi melalui kantong pakan, bak air minum, bahan pakan, tempat pakan, alas kandang, dan juga pakaian kuda mempunyai peran penting dalam penyebaran penyakit. Glanders sangat menular pada kuda, bagal, dan keledai.

Penularan dari manusia ke manusia dapat terjadi melalui droplet pernapasan yang sangat menular dan sekresi kulit. Penularan ke manusia hampir selalu berlangsung melalui kulit, dalam bentuk lesi lokal yang nampak beberapa hari setelah penularan. Apabila penyakit berlanjut, biasanya akan diikuti dengan adanya gejala intoksikasi, yang berupa demam yang tinggi atau rendah, kehilangan napsu makan, batuk, dan akhirnya terjadi radang paru-paru yang kemudian diakhiri dengan kematian.

Infeksi juga dapat terjadi melalui kontaminasi pada saat pemotongan atau pencukuran bulu, atau juga dapat terjadi pada mereka yang merawat secara langsung kuda-kuda yang sakit. Atau dengan kata lain penularan terjadi melalui kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi, bakteri dapat masuk melalui lecet kulit, permukaan mukosa hidung dan mulut, atau inhalasi. Infeksi B. mallei akan menimbulkan lesi ulserasi yang ekstensif pada kulit, kulit akan nampak edem dan hemoragi dengan lesi Farcy berhubungan dengan pembuluh limfe membentuk “Farcy pipes”. Kulit mengelupas, mengalami penebalan, berwarna kemerahan dengan eksudat ektensif yang bernanah.

Gambar 2. Kulit manusia. Terdapat ulserasi ekstensif serta pengelupasan kulit tangan. UIkus dapat terselubung melalui pembuluh limfatik (“Farcy pipes”) yang dipenuh dengan eksudat purulen.

Setelah masa inkubasi 1 sampai 5 hari, nodul, abses, dan bisul berkembang di kulit, biasanya di sepanjang pembuluh limfatik pada wajah, lengan, atau kaki. Nodul bisa karsisi atau menjadi kalsifikasi. Eritema lokal atau selulitis juga bisa berkembang di daerah yang terinfeksi. Kelenjar getah bening regional membengkak. Perkembangan dan pecahnya nodul pada okular atau selaput lendir pernafasan menghasilkan mukoid atau melepaskan mukopurulen. Tanda glanders pada paru-paru menjadi jelas setelah inhalasi B mallei. Masa inkubasi berkisar antara 1 sampai 14 hari.

GEJALA KLINIS

Masa inkubasinya amat bervariasi, gejala klinis muncul setelah beberapa hari setelah infeksi atau sekitar 1 – 2 minggu. Pada umumnya kuda penderita glanders tidak menampakkan gejala penyakit, meskipun sebenarnya kuda-kuda tersebut dapat merupakan sumber penularan untuk kuda-kuda lainnya. Gejala pertama yang nampak merupakan gejala umum yang tidak spesifik. Pada awalnya kuda nampak menurun kondisinya, bulu tidak mengkilat dan kasar, mudah lelah, dan ada kalanya disertai batuk yang kering.

Gejala-pertama adalah kelainan sebagai akibat adanya lesi di saluran nafas bagian atas atau kulit yang disertai dengan demam naik turun dan hilangnya napsu makan dan minum. Gejala klinis penyakit Glanders secara garis besar dapat dibedakan berdasarkan infeksi pada paru-paru, hidung, dan kulit, dapat pula termanifestasi dari ketiga bentuk tersebut.

Gambar 3. Nodul subkutan dan lesi pada kaki kuda yang terinfeksi B. mallei

Pada bentuk akut penyakit ditandai dengan demam, batuk serta bersin (nasal discharge), selanjutnya proses berjalan secara periodik terjadi penyempitan cuping hidung. Kelenjar getah bening submaxillary membesar dan terasa sakit jika dipegang. Juga terdapat gejala kegagalan respirasi (respiratory distress) dan dapat terjadi kematian setelah 2 minggu. Bentuk akut biasanya umum terjadi pada bangsa keledai dan Bagal, tetapi jarang pada bangsa kuda, dan jika terjadi pada kuda biasanya adalah bentuk kronis dengan gejala stres.

Pada manusia, gejala yang umum terjadi meliputi malaise, demam, menggigil, dan kelelahan yang umum di awal infeksi, selanjutnya tergantung pada metode infeksi, gejala yang lebih spesifik mungkin mengikuti. Penyebaran sistemik 1 sampai 4 minggu dapat mengakibatkan infeksi pada hampir semua organ, dan sistem saraf pusat.

CARA DIAGNOSA

Metode yang dipakai selain melihat gejala klinis, untuk menyeleksi ternak yang terkontaminasi dilakukan dengan intradermo palpebral malein test. Uji dilakukan dengan menyuntikkan 0,1 mil konsentrat mulein, disuntikkan 5 mm dibawah pelupuk mata. Reaksi positif ditandai dengan adanya kebengkakan lokal dan mukopurulent yang terjadi dalam 24 jam sampai dengan 2-3 hari setelah pengujian. Pada hewan normal dapat terjadi respon kebengkakan yang ringan pada kelopak mata yang mungkin terlihat 2-6 jam setelah penyuntikkan, dan akan menghilang dalam waktu sekitar 12 jam. Cara penyuntikan selain melalui ophthalmik test juga dapat dilakukan secara subkutaneus atau kutaneus.

Diagnosa di dasarkan peningkatan titer aglutinin dan pertumbuhan mikroorganisme pada media kultur dari lesi lokal pada manusia atau kuda. Hubungan genetik yang erat antara B. mallei dan B. pseudomallei, bersama dengan tingginya variabilitas genetik pada B pseudomallei, menyulitkan diagnosis organisme ini melalui pengujian DNA (PCR).

TERAPI DAN PENCEGAHAN

Informasi tentang pengobatan antimikroba yang efektif pada manusia terbatas. Burkholderia malleii rentan terhadap beberapa antimikroba, termasuk aminoglikosida, tetrasiklin, sulfonamida, trimetoprim, imipenem, ceftazidime, piperasilin, dan doksisiklin, namun bervariasi terhadap streptomisin dan penisilin.

Pemberian toksisitas amoksisilin – klavulanatum, doksisiklin, trimetoprim- sulfametoksazol dalam waktu lama (60 sampai 150 hari) telah disarankan untuk pengobatan infeksi lokal. Perawatan parenteral dengan ceftazidime telah disarankan untuk bentuk parah atau septik dari penyakit. Terapi suportif mungkin diperlukan untuk individu dengan septikemia, dan drainase bedah infeksi lokal merupakan tambahan penting untuk antimikroba. Direkomendasikan pengobatan dengan durasi yang sama seperti pengobatan untuk melioidosis. Vaksin untuk mencegah penyakit pada manusia sedang di kembangkan.

Glanders termasuk kategori penyakit yang harus dilaporkan (notifiable disease) dan apabila ada hewan penderita sesegera mungkin di musnahkkan (di-stamping out). Pencegahan tergantung pada kontrol glanders pada spesies kuda dan tindakan pencegahan yang ketat untuk mencegah infeksi. Berbeda halnya dengan melioidosis, isolasi dari semua orang yang terinfeksi sangat dianjurkan untuk mencegah penularan dari manusia ke manusia.

Burkholderia mallei rentan terhadap banyak desinfektan, termasuk larutan benzalkonium klorida, natrium hipoklorit 1%, etanol 70%, 2% glutaraldehida, yodium, merkuri klorida dalam alkohol, dan kalium permanganat. Burkholderia mallei juga dapat dihancurkan dengan iradiasi UV, paparan langsung sinar matahari, atau pemanasan sampai 55 ° C (131 ° F) selama 10 menit.

________

Referensi :

  • A.A.Ayu Mirah Adi. 2014. Patologi Veteriner Sistemik: Sistema Pernafasan. Tersedia di : Erepo.unud.ac.id/8029/1/882c2c13ee5fa3f3c2921b531606a1c3.pdf
  • Currie J. B. 2004. Burkholderia pseudomallei and Burkholderia mallei: Melioidosisand Glanders. Part III Infectious Diseases and Their Etiologic Agents (221): 2877-2878.
  • Glenda D. Dvorak and Anna R. Spickler. 2008. Glanders. JAVMA, Vol 233, No. 4, August 15, 2008
  • Godoy D, Randle G, Simpson AJ et al. 2003. Multilocus Sequence Typing and Evolutionary Relationships among the Causative Agents of Melioidosis and Glanders, Burkholderia pseudomallei and Burkholderia mallei.  J Clin Microbiol 41 (5): 2068–2079. doi:10.1128/JCM.41.5.2068-2079.2003.
  • Integrated Taxonomic Information System. Burkholderia mallei. www.itis.gov/servlet/ SingleRpt/SingleRpt?search_topic=TSN&search_value=960172#null
  • Jawetz. E, Melnick & Adelberg. 2010. Mikrobiologi Kedokteran, edisi 25. EGC Jakarta

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s